Dana Pendidikan Anak: Mulai Lebih Awal, Pilih Tempat yang Tepat
Di antara semua tujuan menabung, dana pendidikan punya watak paling keras: biayanya cenderung naik tiap tahun, dan tenggatnya mutlak — anak masuk sekolah mengikuti umurnya, tidak peduli tabungan orang tuanya siap atau belum. Karena itu ia harus dimulai lebih awal daripada yang terasa perlu.
Berani melihat angkanya
Langkah pertama: cari tahu biaya masuk dan iuran sekolah incaran pada hari ini, lalu beri ruang kenaikan untuk tiap tahun yang tersisa. Hasil hitungannya sering bikin terhenyak — dan justru itu fungsinya. Makin cepat kagetnya, makin panjang waktu untuk mencicilnya.
Beri rumah sendiri untuk dana ini
Dana pendidikan yang menginap di rekening harian akan habis untuk urusan lain — nyaris seperti hukum alam. Buka rekening atau kantong terpisah yang diberi nama tujuannya, lalu isi rutin dengan disiplin seperti membayar tagihan listrik.
Cocokkan instrumen dengan tenggat
Uang yang akan dipakai dua-tiga tahun lagi tempatnya di instrumen aman dan cair — tabungan atau deposito. Kebutuhan yang masih jauh, semisal kuliah si bungsu yang baru lahir, boleh sebagian ditempatkan di instrumen jangka panjang yang berpeluang tumbuh melampaui laju kenaikan biaya. Jangan dibolak-balik: uang SPP tahun depan tidak boleh dititipkan ke instrumen yang bisa anjlok nilainya.
Tabungan sendiri dan hak bantuan: jalankan dua-duanya
Negara menyediakan Program Indonesia Pintar bagi siswa dari keluarga kurang mampu sampai KIP Kuliah di jenjang kampus, dan banyak sekolah maupun yayasan membuka beasiswa. Menyiapkan dana sendiri dan memanfaatkan jalur bantuan bukanlah pilihan yang saling meniadakan — keluarga yang paling siap adalah yang menggarap keduanya sekaligus.